Jumat, 01 Maret 2013

untuk almarhum bapakku

Tulisan ini saya dapatkan dari selebaran yang diberi saat suamiku membeli cat. Sepertinya tidak ada hubungan antara cat dengan isi dari tulisan ini. tapi walaupun demikian, saya coba membacanya. saat saya baca kata perkata, semakin saya baca saya jadi semakin sedih dan terkenang akan almarhum Bapakku. Betapa tidak berbaktinya saya sebagai seorang anak, karena tidak mampu mewujudkan keinginannya menunaikan ibadah haji hingga ia meninggal. betapa tidak perhatiannya saya, karena kurang menyempatkan waktu merawatnya di saat dia sakit dan semakin tua. entah apa yang bisa kulakukan untuk membalas semua jasa-jasanya. saya berharap semakin banyak orang yang membaca tulisan ini, sehingga tidak ada lagi anak yang berbicara apalagi berbuat kasar kepada oran tuanya. semoga kita semua menjadi anak-anak yang berbaikti kepada orang tua, sehingga kelak kita pun bisa punya anak yang soleh. amiin amiin ya rabbal alamin


DI SAAT DAKU TUA

Di saat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu,
maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.
Di saat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku, di saat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya.

Di saat saya dengan pikunnya mengulang terus menerus ucapan yang membosankanmu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Di masa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Di saat saya membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatlah di masa kecilmu, bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?
Di saat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku. Renungkan bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat itu.
Di saat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku. Bagaikan di masa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.
Di saat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya. Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada di sisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.
Di saat engkau melihat diriku menua, janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku, bagaikan daku terhadapmu di saat engkau mulai belajar tentang kehidupan.
Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku, berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu, Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur, di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga bagimu.

anonim